Showing posts with label Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts

Friday, June 7, 2013

Asalam.. selamat pagi Jumaat 28 Rejab 1434H (07.06.2013)

 Peringatan buat diri ku ::
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati (amanah) Allah dan RasulNya, dan (janganlah) kamu mengkhianati amanah-amanah kamu, sedang kamu mengetahui (salahnya)."(Al-Anfal 8:27)



27 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.(QS. 8:27)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Anfaal 27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (27)

Allah swt. menyeru kaum Muslimin agar mereka tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, yaitu mengabaikan kewajiban-kewajiban yang harus mereka laksanakan, melanggar larangan-larangan-Nya yang telah ditentukan dengan perantaraan wahyu. Dan tidak mengkhianati amanat yang telah dipercayakan kepada mereka, yaitu mengkhianati segala macam urusan yang menyangkut ketertiban umat, seperti urusan pemerintahan, urusan perang, urusan perdata, urusan kemasyarakatan dan tata tertib hidup masyarakat. Untuk mengatur segala macam urusan yang ada dalam masyarakat itu diperlukan adanya peraturan yang ditaati oleh segenap anggota masyarakat dan oleh pejabat-pejabat yang dipercaya mengurusi kepentingan umat. Peraturan-peraturan itu secara prinsip telah diberikan ketentuannya secara garis besar di dalam Alquran dan Hadis. Maka segenap yang berpautan dengan segala urusan kemasyarakatan itu tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan. Karenanya segenap peraturan yang menyangkut kepentingan umat tidak boleh dikhianati, dan wajib ditaati sebagaimana mestinya. Hampir seluruh kegiatan dalam masyarakat ini berhubungan dengan kepercayaan itu. Itulah sebabnya maka Allah swt. melarang kaum Muslimin mengkhianati amanat karena apabila amanat sudah tidak terpelihara lagi berarti hilanglah kepercayaan. Dan apabila kepercayaan telah hilang maka berarti ketertiban hukum tidak akan terpelihara lagi dan ketenangan hidup bermasyarakat tidak dapat dinikmati lagi.
Di akhir ayat Allah swt. menegaskan bahwa bahaya yang akan menimpa masyarakat lantaran mengkhianati amanat yang telah diketahui, baik bahaya yang akan menimpa mereka di dunia, yaitu merajalelanya kejahatan dan kemaksiatan yang menggoncangkan hidup bermasyarakat, ataupun penyesalan yang abadi dan siksaan api neraka yang akan menimpa mereka di akhirat nanti.
Khianat adalah sifat orang-orang munafik, sedang amanah adalah sifat orang-orang mukmin. Maka orang mukmin harus menjauhi sifat khianat itu agar tidak kejangkitan penyakit nifak yang dapat mengikis habis imannya.
Anas bin Malik berkata:

ما خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا قال: لا إيمان لمن لا عهدله ولا دين لمن لا عهدله
Artinya:
Rasulullah saw. pada setiap khutbahnya bersabda: "Tidak beriman orang yang tak dapat dipercaya dan tidak beragama orang yang tak dapat dipercaya.
(H.R Ahmad dan Ibnu Hibban dari Anas bin Malik)
Sabda Nabi saw.:

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا ائتمن خان
Artinya:
Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Apabila menuturkan kata-kata ia berdusta, dan apabila berjanji ia menyalahi, dan apabila diberi kepercayaan ia berkhianat.
(H.R Muslim dari Abu Hurairah)
Abdullah bin Abu Qatadah berkata:

نزلت في أبي لبابة حين حاصر رسول الله قريظة وأمرهم أن ينزلوا على حكم سعد، فاستشار قريظة من أبى لبابة فى النزول على حكم سعد، وكان أهل أبى لبابة وأموالهم فيهم، فأشار إلى حلقه -أنه الذبح-قال أبو لبابة: ما زالت قدماي حتى علمت إني خفت الله ورسوله، ثم حلف أن لا يذوق ذوقا حتى يموت أو يتوب الله عليه، وانطلق الى المسجد فربط نفسه بسارية فمكث أياما حتى كان يخر مغشيا عليه من الجهد، ثم أنزل الله توبته وحلف لا يحله إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم بيده فحله فقال: يارسول الله إنى كنت نذرت أن تخلع من مالى صدقة، فقال: يحزيك الثلث أن تصدق به
Artinya:
Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Lubabah pada ketika Rasulullah saw. mengepung suku Quraizah dan memerintahkan mereka untuk menerima putusan Sa`ad. Sesudah itu Quraizah berunding dengan Abu Lubabah tentang menerima putusan Sa'ad itu, karena keluarga Abu Lubabah dan harta bendanya berada dalam kekuasaan mereka. Kemudian Quraizah menunjuk ke lehernya (yakni sebagai tanda untuk disembelih). Abu Lubabah berkata: "Sebelum kedua telapak kakiku bergerak, aku telah mengetahui bahwa diriku telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya." Kemudian ia bersumpah tidak akan makan apa pun sehingga ia mati, atau Allah menerima taubatnya. Kemudian ia pergi ke mesjid dan mengikat dirinya ke tiang, dan tinggal beberapa hari di sana sehingga jatuh pingsan karena badannya sangat lemah. Kemudian Allah swt. menerima taubatnya. Dan ia bersumpah, bahwa dia tidak boleh dilepaskan dirinya dari ikatannya selain oleh Rasulullah sendiri. Kemudian ia berkata: "Hai Rasulullah! Saya bernazar untuk melepaskan hartaku sebagai sedekah." Rasulullah saw. bersabda: "Cukuplah bersedekah sepertiganya."
(H.R Saad bin Mansur dari Abdillah bin Abi Qatadah)

Wednesday, August 1, 2012

TAK TAU BACA QURAN TAPI KUBURNYA BERCAHAYA HINGGA KE LANGIT


"Suatu kisah yang diceritakan dalam tazkirah ramadhan di Masjid Sultan Zainal Abidin Kuala Terengganu yang sangat mengharukan dan bisa menitis air mata.

Seorang lelaki melewati sebuah kawasan perkuburan di suatu malam yang kelam dan sunyi. Tiba-tiba ia terpandang suatu cahaya yang terang benderang muncul dari sebuah kubur, dan terus menjulang ke langit. Dia merasa sedikit ketakutan dan berdebar.


Terpegun dan kaku melihat kejadian itu. Dia terfikir kemungkinan kubur ini adalah kubur seseorang yang sangat istimewa. Samada ia seorang waliyullah atau ulamak atau orang soleh yang istimewa kedudukannya di sisi tuhan. Diambilnya sebatang kayu lalu dipacak di atas kuburan yang bercahaya itu.

Keesokannya lelaki itu datang lagi kekawasan perkuburan itu dengan ditemani orang kampung. Beliau ingin menyelidiki dan ingin mengetahui kubur siapakah yang sangat ajaib itu.


Apakah seorang tuan guru atau waliyullah atau alim ulamak atau orang soleh yang terkenal?.

Bila bertanya kepada orang kampung, mereka kehairanan kerana apa yang mereka ketahui dan pasti ini adalah kubur seorang lelaki tua, yang pernah mendiami sebuah pondok dihujung kampung bersama istrinya. Untuk mengetahui dengan lebih lanjut , lelaki itu berkunjung kerumah simati dan bertemu dengan isteri simati lalu menceritakan keajaiban yang dilihat diperkuburan suaminya.

AnEhnya isteri simati terkejut dan kehairanan. Dia sangat mengenal suaminya. Suaminya bukan siapa-siapa . Suaminya seorang petani kecil. Bukan seorang kiyai, bukan seorang ahli ibadat, bukan orang soleh, apa lagi bukan imam, bukan muazzin, bukan guru quran. Malah suaminya tidak pandai membaca quran dan dia tidak pernah mendengar suaminya membaca quran. Hal ini benar-benar menimbulkan kehairan kepada lelaki tersebut dan isteri simati.

Akhirmya lelaki itu bertanya apakah perkara-perkara anih yang simati selalu lakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Akhirnya isteri simati teringat suatu perkara yang selalu dilakukan oleh si mati, setiap kali sebelum tidur pada setiap malam. Katanya , setiap malam sebelum tidur suaminya akan mengambil wudhu, kemudian masuk di dalam suatu bilik lalu diambilnya alqur'an di atas rak, lalu dicium dan dipeluknya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang.

Ia akan duduk dan membelek alqur'an itu sehelai demi sehelai seperti sedang membaca, sedangkan ia seorang yang buta alqur’an. Dia akan meraba-raba ayat-ayat qur’an itu dengan tangannya , seolah-olah sedang menyentuh dan mebelai sesuatu yang sangat dikasihi. Tambah isteri simati lagi, ia pernah mendengar rintihan dan esakan tangis suaminya yang sangat sedih, mendayu-dayu dengan penuh penyesalan.

“Tuhanku! ampunkanlah aku kerana aku tidak mampu membaca kalimah mu. Janganlah engkau hukum aku di atas kebodohanku ini.” “Wahai Kalam Allah, maafkan kesalahan ku. Aku tidak mampu membaca kalimah mu. Aku tidak dapat bersahabat dengan mu.

Aku tidak dapat memahami mu. Tapi aku sangat mengasihi mu. Aku sangat mencintaimu. “ “Wahai Kalamullah, jangan lah engkau mendakwa aku, jangan engkau menuduh aku dihadapanTuhan diakhirat nanti”. Cerita isteri simati lagi. Kadang-kadang suaminya tertidur di dalam bilik itu ditemani alqur’an buah hati kesayangannya.

Begitulah suaminya setiap malam sebelum tidur. Lelaki itu meminta untuk melihat alquran kesayangan suaminya itu. Benar dan sangat mengharukan apabila ia melihat naskah yang mulia itu kelihatan lusuh, helaian-helaiannya kelihatan selalu dibelek berkali-kali. Dan ada bekas-bekas airmata di kertasnya ,tanda seseorang sering menangis berjurai airmatanya tatkala membuka lembaran yang maha suci ini.

Pastinya lelaki ini sangat mulia peribadinya. Hatinya telah bersatu dengan ruh alqur’an. Dia sangat mengasihi kalimat tuhan dengan sesungguhnya. Bererti ia mengasihi tuhan dengan seluruh jiwa dan raganya. Marilah kita menghidupkan alquran di dalam masjid kita, di dalam rumah kita, di dalam diri kita, sepanjang bulan ramadhan, bulan pengampunan ini.

sumber: Insan Network

Wednesday, January 11, 2012

KEBAIKAN DAN KEJAHATAN MENURUT TAFSIR AL-QUR'AN DALAM SURAT AN-NISA 4: 79, AL- AN’AM 6: 160, HUD 11: 114



A. Surat An-Nisa ayat 79.

Artinya: Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S. An-Nisa. 4: 79)

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Setiap kebaikan yang diperoleh oleh orang mukmin, sesungguhnya berasal dari karunia dan kemurahan Allah, di ayat ini terdapat dua hal yang harus diketahui yaitu:

Pertama: bahwa segala sesuatu yang berasal dari sisi Allah, dalam arti bahwa Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu dan menggariskan aturan-aturan.
Kedua: manusia terjerumus ke dalam keburukan tidak lain disebabkan dia lalai untuk mengetahui sunnah-sunnah. Sesuatu dikatakan buruk, sebanarnya disebabkan oleh tindakan manusia itu sendiri.

Berdasarkan pendangan ini, maka kebaikan berasal dari karunia Allah SWT secara mutlak, dan keburukan berasal dari diri manusia sendiri secara mutlak. Masing-masing dari dua kemutlakan ini mempunyai posisi pembicaraan tersendiri. Telah banyak dasar yang menyatakan, bahwa ketaatan kepada Allah merupakan salah satu sebab mendapatkan nikmat, dan bahwa kedurhakaan kepada-Nya merupakan salah satu jalan yang mendatangkan kesengsaraan. Ketaatan kepada-Nya adalah mengikuti Sunnah-sunnah-Nya dan menggunakan jalan-jalan yang telah diberi-Nya pada tempat mestinya. Ayat ini merupakan salah satu dasar sosiologi dan psiklogi. Di dalam ayat ini terdapat pelajaran yang akan membebaskan manusia dari berbagai khufarat.
“Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia”. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan ajaran Allah. Dia tidak mempunyai urusan atau campur dalam perkara kebaikan dan keburukan yang menimpa manusia, karena beliau diutus untuk menyampaikan ajaran dan memberikan hidayah.

“Dan cukuplah Allah menjadi saksi”. Sesungguhnya kamu (rasul) diutus kepada seluruh manusia hanya sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan, bukan sebagai orang yang berkuasa atau untuk mengubah dan mengganti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Allah berfirman dalam surat Faatir ayat 43, yaitu:
Artinya: Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (Q.S. Faatir, 35 : 43)



B. Surat Al-Anam Ayat 160

Artinya: Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (Q.S. Al-An’am, 6: 160)

“Dan barang siapa yang datang satu kebajikan, maka untuknya adalah sepuluh kali ganda”. Ayat ini diperintahkan kita masing-masing memperbanyak berbuat baik. Artinya ialah barang siapa yang datang kepada Tuhan di Hari Kiamat dengan sifat-sifat yang baik, maka ia akan mendapat ganjaran, atau pahala dari sisi Allah.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 261, Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan Dalam Surat Al-Baqarah juga ayat 245, Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Dan di dalam Surat Al-Hadid ( surat 57 ayat 11), dan Al- Taghaabun (Surat 64 ayat 17)

Artinya: Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak. (Q.S. Al-Hadid. 57: 64)

Artinya: Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.(Q.S. Al- Taghaabun. 64:17)

Maka apabila dipertemukan ayat-ayat ini dapat diambil kesimpulan bahwasanya seseorang yang berbuat suatu kebaikan, maka sekurang-kurangnya dia akan mendapat balasan dari Allah sepuluh ganda. Dan ke atasnya berlipat ganda bahkan sangat banyak.

“Barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya” Artinya barang siapa yang datang di akhirat menghadap Allah dengan sifat-sifat jahat yang telah tertanam dalam diri orang karena kufur atau perbuatan-perbuatan keji dan munkar, maka ganjaran siksaan yang akan diterimanya adalah setimpal dengan kejahatannya.

“Sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. Artinya suatu kejahatan tidaklah dibalas dengan sepuluh kali ganda siksaan. Maka ayat ini memberikan kejelasan benar bagi kita bahwasanya sifat Rahman dan Rahim Tuhan lebih berpokok dari pada sifat murkanya.

Hadits Rasullullah SAW
Artinya: Abu Hurairah ra. Berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka baginya pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (H.R. Muslim)

1. Orang yang menjadi penyebab dan pelaku perbuatan tertentu mendapatkan pahala dan hukuman yang sama
2. Seorang muslim harus mengetahui dampak dari perbuatannya, sehingga ia berusaha untuk melakukan kebaikan agar menjadi teladan yang baik.
3. Seorang Muslim harus menjahui ajakan-ajakan yang menyesatkan dan menjauhi teman-teman yang buruk, karena ia akan mempertanggung jawabkan perilakunya.

C. Surat Hud ayat 114

Artinya: Dan Dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Q.S. Hud. 11 : 114)

Penjelasan
Laksanakanlah shalat menurut cara yag lurus dengan senantiasa mendirikannya pada kedua ujung siang setiap hari dan bagian dari malam.

Serupa dengan ayat tersebut ,ialah firman Allah S.W.T .pada surat thaha:
Artinya: Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (Q.S. Thaha. 20: 130)

Petang hari adalah saat antara zuhur dan magrib yaitu shalat asar sedangkan shalat magrib adalah pada permulaan kabur hari ,yaitu pada saat hilangnya safak ,bekas terakhir dari cahaya siang shalat disebutkan secara khusus,karma ia merupakan pangkal ibadah yang memberi dorongan pada iman dan membantu pada amal-amal lainnya.

Sesungguhnya, amal-amal baik itu menghapus keburukkan-keburukan dan menghilangkan cela yang ditinggalkannya, karena amal yang baik itu merupakan pensucian dan perbaikan jiwa, yang karenanya ia dapat menghapuskan pengaruh dari amal buruk yang melekat dalam jiwa atau perusakan amal-amal buruk terhadapnya. Sedang yang dimaksud dengan Al-Hasanat mencakup seluruh amal saleh, termasuk diantaranya meninggalkan keburukan

Sesungguhnya, dalam nasihat-nasihat tersebut, yaitu tantang istiqamah, arangan duhaka, cederung kepada opang-orang zalim dan mendirikan salat pada waktu-waktu tersebut, terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambilnya. Yaitu, orang-orang yang takut kepada Allah dan tidak melupakan-Nya. Orang-orang itu, disini disebutkn secara khusus, karena merekalah yang dapat mengambil manfaat dari nasihat tersebut.











DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Mustafa Al Maragi, Diterjemahkan dari Tafsir Al-Maragi, Mesir: Mustafa Al-Babi Al-Halabi, 1394 H/1974M

Abdul Malik AbdulKarim Amrullah, Tafsir Al-Azhar juzu’ 7. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983
Imam Nawawi, Penerjemah, Muhil Dhofir., Syarah dan Terjemah Riyadhus Shalihin, Jilid I. Jakarta: Al-I’tishom, 2005
Diposkan oleh awan andalan di 10:16

terima kasih(sumber:http://anakpai.blogspot.com/2011/01/kebaikan-dan-kejahatan-tafsir-surat.html)

zmsegamat kata:Wallahu a’lam ( “Dan Allah lebih tahu atau Yang Mahatahu/Maha Mengetahui).

Friday, December 16, 2011

Al-i-’Imran [149] dan Al-i-’Imran [150]


Al-i-’Imran [149]
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu taatkan orang-orang yang kafir nescaya mereka akan menolak kamu kembali kepada kekufuran, lalu menjadilah kamu orang-orang yang rugi

Al-i-’Imran [150]
(Janganlah kamu taatkan mereka!) Bahkan (taatlah kepada) Allah Pelindung kamu, dan Dia lah sebaik-baik Penolong.

Monday, September 26, 2011

Buang al-Quran di bangsal lembu; (harian kosmo)


SEBAHAGIAN daripada beribu naskhah al-Quran yang dibuang di bangsal lembu di Bachok, Kelantan semalam.

Oleh KHAIRI MOHAMAD
khairi.mohamad@kosmo.com.my

BACHOK - Penduduk Kampung Pauh Sembilan dekat sini gempar apabila menemui beribu-ribu naskhah al-Quran yang ditinggalkan di sebuah bangsal lembu dipercayai untuk dilupuskan secara tidak sah.

Seorang penduduk, Mamat Harun, 65, berkata, kira-kira pukul 12 tengah hari kelmarin, sebuah treler telah memasuki kampungnya dan dia sempat melihat beberapa lelaki sedang memunggah kotak ke dalam sebuah lori kecil.

Menurutnya, treler tersebut berhenti dalam jarak satu kilometer dari bangsal tempat al-Quran tersebut ditinggalkan dan terpaksa menggunakan lori kecil untuk mengangkutnya.

"Jalan ke bangsal ini sempit, jadi treler berhenti di simpang jalan dan mereka menggunakan sebuah jengkaut untuk memindahkan al-Quran dari treler ke sebuah lori kecil sebelum dihantar ke bangsal tersebut.

"Saya sempat tanya, mereka beritahu dari Kuala Lumpur dan diarahkan untuk menghantar al-Quran tersebut ke sini untuk disimpan," ceritanya ketika ditemui semalam.

Tambahnya, jarak antara rumahnya ke bangsal tersebut hanyalah 200 meter dan pada mulanya dia tidak mengesyaki apa-apa yang pelik.

Bagaimanapun dia mengesyaki ada sesuatu yang tidak kena berlaku selepas beberapa orang polis dan pegawai pejabat agama datang ke kawasan tersebut petang kelmarin.

Katanya, bangsal tersebut yang seluas 1.4 meter x 2.8 meter itu pernah dijadikan tempat menyimpan makanan lembu seperti dedak dan rumput namun tetapi kini tidak lagi digunakan oleh pemiliknya.

Sementara itu, sumber Pejabat Agama Jajahan Bachok memberitahu, siasatan awal mendapati al-Quran tersebut mungkin untuk dilupuskan.

Ia berikutan terdapat kecacatan daripada segi cetakan dan reka bentuk ataupun kesilapan pada ayat al-Quran itu sendiri.

Katanya, al-Quran tersebut telah dihantar ke sini oleh sebuah syarikat dari Kuala Lumpur dan akan diserahkan kepada individu tertentu untuk dilupuskan dan bangsal tersebut hanya dijadikan transit.

"Kita telah membuat laporan polis dan siasatan akan dijalankan untuk mengesan individu terbabit kerana tindakan melupus al-Quran perlu mendapatkan kebenaran daripada pihak Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan hanya boleh dibuat di kawasan tertentu sahaja.

"Saya dimaklumkan tempat untuk melupus al-Quran ini hanya di Kuala Lumpur dan prosesnya melibatkan kos yang tinggi. Jadi, ini mungkin salah satu cara pihak tersebut untuk mengurangkan kerugian yang dialami," ujarnya.

Jelas beliau, pihaknya telah menutup kawasan tersebut dan kesemua al-Quran terbabit juga ditutup dengan rapi bagi mengelakkan ia disalah guna.

Kawasan tersebut kini di bawah pemantauan polis sehingga siasatan selesai dan tindakan susulan diambil.

terimakasih(sumber;http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2011&dt=0926&pub=Kosmo&sec=Negara&pg=ne_02.htm)

``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Cara Betul Lupus al-Quran Buruk, koyak dan Salah cetak

Pusat Pelupusan Percetakan Saufi kendali usaha musnah al-Quran, buku teks, surah Yassin dan risalah mengandungi petikan ayat suci

DIRIWAYATKAN, seorang sahabat menjumpai al-Quran, menyapukan wangian padanya dan menyimpan di tempat tinggi. Bagi sahabat itu, Allah janjikan syurga. Begitu juga Saidina Umar yang terjumpa keratan al-Quran lalu diambil dan diciumnya, Allah memberikan pahala.

Inilah kebesaran untuk mereka yang menjaga serta mengagungkan kalimah Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya, Muhammad SAW, menjadi petunjuk kepada umat sekalian alam, tidak kira bagaimana cara dilakukan. Malangnya, tidak ramai yang tahu cara tepat untuk melupuskan kita suci ini.

Kejahilan ramai inilah yang turut mendorong sebuah syarikat tempatan iaitu penerbitan Al-Quran Mushaf Uthmani, Percetakan Saufi menawarkan khidmat pelupusan al-Quran menerusi Pusat Pelupusan Ayat Al-Quran Percetakan Saufi di Batu 10 Cheras, Kajang, Selangor.

Mesin insinerator yang dibina khas untuk membakar

Malah, pengalaman Pengerusi Percetakan Saufi, Rahmat Mahdan, menyaksikan sendiri naskhah al-Quran dilonggokkan bersama buku lain di pusat pengumpulan barangan kitar semula miliki bukan Islam, menjadi antara titik tolak kewujudan syarikat itu pada 2008.

“Terkejut dan sedih apabila melihat al-Quran dibiarkan bersepah di pusat kitar semula dan ini menyedarkan saya mungkin ramai tidak tahu bagaimana hendak melupuskan al-Quran. Orang dulu akan bakar tetapi timbul juga persoalan selepas dibakar nak buat macam mana pula?

Proses memasukkan ayat-ayat yang telah diracik ke dalam insinerator

“Jika ditanam, perlu dipastikan tempat itu tidak di langkah atau abu hendaklah ditaburkan ke laut. Itu yang terlintas di hati saya untuk membantu mereka yang ingin melupuskan al-Quran terutama yang sudah lama dan koyak."

“Selain itu, saya ingin pastikan keagungan ayat Allah dipelihara dan cara saya ialah menyediakan kemudahan mengumpul dan membakar al-Quran supaya umat Islam tidak lagi membiarkan ayat al-Quran begitu saja,” katanya ketika ditemui, baru-baru ini.

Air abu ditanam ke dalam telaga khas menggunakan corong

Menurut Rahmat, pihaknya sentiasa mengalu-alukan bantuan orang ramai untuk memastikan al-Quran yang sudah buruk, tidak berkulit dan terkoyak tidak diaibkan dengan dibiarkan begitu saja.

Selain pengumpulan dan pelupusan al-Quran, Percetakan Saufi menganjurkan program Skim Al-Quran Wakaf Malaysia bagi menggalakkan umat Islam bersedekah melalui amalan wakaf untuk diedarkan kepada pihak memerlukan. Melalui skim wakaf itu, individu atau syarikat boleh menyumbangkan RM30 untuk naskah Al-Quran Mushaf Uthmani yang kemudian diedarkan ke masjid, surau, rumah anak yatim, rumah kebajikan, sekolah dan maahad tahfiz. Mereka yang ingin menyertai Skim Al-Quran Wakaf Malaysia boleh menghubungi syarikat itu di nombor 03-26933049/03-26915184.

Rahmat berkata, Percetakan Saufi adalah syarikat percetakan yang telah diberi lesen oleh Bahagian Kawalan Penerbitan Teks Al-Quran Kementerian Dalam Negeri (KDN) untuk membekal, mengganti dan mengambil Al-Quran lama bukan Mushaf Uthmani bagi tujuan pelupusan.

Sumber : Berita Harian
Boleh juga baca : Pelupusan ayat Al-Quran perlu ikut tertib

terimakasih(sumber;http://permatainn.blogspot.com/2010/10/cara-betul-lupus-al-quran-buruk-koyak.html)

Monday, June 20, 2011

AL-BAQARAH: [255] – Ayatul Kursi (The Throne Verse)


Mengingati diri sendiri dalam Surah Al-Baqarah :[255] – Ayatul Kursi (The Throne Verse)
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)

Sunday, June 12, 2011

AL-BAQARAH [214]


mengingati diri sendiri dari: AL-BAQARAH [214]
Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh a...ncaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah).